Jalan Menuju Bahagia, Kembali ke Jalan Pemilik Langit dan Bumi

Ketahuilah bahwa kesuksesan seorang Muslim bukanlah saat dia hidup semata, melainkan bagaimana dia mengakhiri hidup dengan penuh senyum bahagia

ADAKAH manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan atau berbuat dosa? Adakah manusia yang tidak pernah bersalah kepada Tuhannya, kepada rasulnya, kepada keluarganya, kepada tetangganya, temannya dan lingkungannya?

Jawabannya tentu tidaklah ada, bahkan seribu kali kata tidak ada, yang ada malah manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, ini tidaklah akan pernah ada di dunia. Untuk itu marilah kita terus bertaubat setiap hari, karena sebaik-baik manusia adalah yang bertaubat atas segala khilaf dan salahnya.

Terkadang seorang penjahat yang terpenjara ia bisa menjadi lebih mulia jika kelalaiannya diiringi penyesalan di akhir hayatnya dan terkadang manusia merdeka bahkan aparat sekalipun sejatinya ia bisa lebih hina tatkala hidupnya penuh dengan kesombongan, kemurkaan dan kebanggaan semata.

Dari Abu Ayyub RA tatkala beliau hendak wafat berkata : “Saya telah merahasiakan apa-apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah Sallallahu ‘alihi wassallam, yakni saya mendengar bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alihi wassallam bersabda :

“Sekiranya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah akan menciptakan makhluk yang berdosa lalu Allah mengampuni mereka.” (HR. At Tirmidzi)

Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi

Teringat pesan seorang yang soleh nan bijaksana Luqman kepada anaknya sebagaimana diutarakan oleh Imam Al Ghozali di dalam kitabnya Ihya Ulumuddin :

“ Duhai anakku…janganlah engkau menunda-nunda untuk segera bertaubat, karena maut datang secara tiba-tiba”.

Bertaubat adalah salah satu jalan menuju kebahagiaan dan keberuntungan, seberapapun besarnya dosa manusia, seberat apapun maksiat yang pernah dilakukan oleh manusia hingga dosa-dosanya memenuhi langit dan bumi, jika manusia itu bertaubat dengan kesungguhan hati dan ketulusan niscaya Allah ta’ala akan menerima taubatnya. Karena Allah ta’ala mempunyai sifat maha pengampun atas segala salah dan khilaf yang diperbuat oleh hamba-hambaNya.

وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ (٣١)
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS : An Nuur ayat 31)

فَمَن تَابَ مِنۢ بَعۡدِ ظُلۡمِهِۦ وَأَصۡلَحَ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَتُوبُ عَلَيۡهِ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ (٣٩)

Maka Barangsiapa bertaubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, Maka Sesungguhnya Allah menerima taubatnya.Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS : Al Maaidah ayat 39)

Pintu taubat terbuka lebar

Dari Anas RA, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Sallallahu ‘alihi wassallam bersabda : “Allah ta’ala berfirman :

“Wahai anak adam, sesungguhnya selagi engkau mau meminta dan berharap kepadaKu maka akan Aku ampuni dosa yang telah engkau kerjakan dan tidak Aku pedulikan lagi.”

“Wahai anak adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, kemudian engkau memohon ampun kepadaKu maka akan Aku ampuni.”

“Wahai anak adam, sesungguhnya seandainya engkau mendatangiKu dengan sepenuh bumi kesalahan kemudian engkau mendatangiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun niscaya aku kan mendatangimu dengan sepenuh bumi pengampunan.” (HR.At Tirmidzi. Beliau berkata : “Hadist hasan shahih).

Dalam hadist lain ditambahkan :

“Bahwa seorang hamba apabila berdosa kemudian dia menyesal lalu berkata : “Wahai Rabbku, aku telah melakukan suatu dosa, maka ampunilah aku karena tiada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”, maka Allah akan berfirman : “HambaKu mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mau mengampuni dosa dan menghukum kesalahannya, Aku persaksikan atas kalian bahwa Aku telah mengampuninya. Kemudian orang itu berbuat (dosa lalu bertaubat) untuk yang kedua kalinya, lalu ketiga kalinya maka Allah ta’ala berfirman sebagaimana firman tersebut, kemudian berfirman : “Berbuatlah sesukamu karena Aku telah mengampunimu.”
 (HR. Al Bukhari)

Rasulullah Sallallahu ‘alihi wassallam bersabda :

“Tidaklah dikatakan orang yang terus menerus berbuat dosa jika dia memohon ampunan, sekalipun dia mengulanginya sehari tujuhpuluh kali.” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Duhai jiwa yang merindukan kebahagiaan..

Ketahuilah bahwa pintu taubat terbuka lebar bagi siapa saja tanpa terkecuali, bagi pendosa dalam hal-hal besar maupun kecil, sedikit maupun banyak, pintu taubat masih sangat terbuka lebar bagi mereka yang benar-benar mau kembali ke jalan Tuhan.

أَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَيَأۡخُذُ ٱلصَّدَقَـٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ (١٠٤)

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?.”(QS : At Taubah ayat 104)

Taubatnya seorang pembunuh

Ada sebuah kisah yang pernah terjadi di zaman Bani Israil tentang seorang pembunuh yang mencari taubat. Rasulullah Sallallahu ‘alihi wassallam menceritakannya kepada umatnya agar menjadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga dan teladan dalam kebaikan.* ).*/ Guntara Nugraha Adiana Poetra , dosen komunikasi & penyiaran Islam Universitas Islam Bandung

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar
Sumber: hidayatullah